Kamis, 29 Januari 2009

Akar

Satu-satu mereka hilang. Asalnya menjadi tidak jelas. Tempat tinggal pun menjadi tidak menentu. Awalnya saya masih sadar dan tahu di mana saya berada, keberadaan mereka pun masih terlacak dengan pasti. Kali ini saya bingung, di mana saya dan di mana mereka berada. Saya mencoba untuk memanggil satu per satu dari mereka. Namun, tampaknya mereka tidak menjawab panggilan saya. Berakhirlah saya, duduk termenung sendirian, menatap layar yang kosong. Kadang saya beruntung mendapatkan gambaran tentang hidup dari mereka yang saya kenal. Percakapan saya dengan Mama melalui telepon, percakapan singkat dengan teman-teman di sini, chatting dengan adik-adik saya. Hal-hal itu kadang mengingatkan saya tentang siapa saya dan mereka. Setelah itu semuanya hilang dan kembali menjadi blur. Bintik hitam-abu-abu-putih yang membaur dan mengaburkan semua. Waktu pun sepertinya sudah tidak terlacak lagi. Tahun-tahun berlalu begitu saja. Saya menjadi takut kehilangan semuanya. Saya menjadi takut ditinggalkan oleh mereka. Saya menjadi takut diri saya menghilang dan tidak menyisakan apapun. Bertahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)