Jumat, 27 Februari 2009

Found Out


Aman. Area yang aman, tidak diketahui, tidak tampak.
Terbuka. Ke mana harus bersembunyi yah?

Rabu, 18 Februari 2009

Shaman


"Gimana kalo kita.."
"Ke sana?" Jana menunjuk ke arah toko kecil berisikan pernak-pernik lucu.
"Iyah. Kok elo tau sih Jan?"
"Ah, keliatan lagi dari tampang loe." Jana tersenyum sambil menarik tangan gw ke arah toko itu.
Biru. Hijau. Biru. Hijau.
"Yang ijo bagus Dev." Tiba-tiba Jana nongol di balik pundak gw.
"Iyah nih Jan, gw bingung, biru keliatan terang tapi yang ijo warnanya lebih bagus."
"Kalo menurut gw yang ijo emang warnanya lebih bagus Dev. Lagian bukannya elo takut cepet kotor juga kalo misalnya milih yang biru?" Jana menjelaskan.
"Iyah! Kok elo tau sih Jan?"
Haha. Jana tertawa. "Gw temenan sama loe udah berapa lama sih Dev?"

'Elo gpp kan Dev?' Sms sederhana yang dikirimkan Jana semalam, tepat sebelum gw tertidur karena kecapekan nangis.

Nah, untuk kasus yang terakhir, sms itu apa Jana akan beralasan kalau dia benar-benar tahu kebiasaan gw? Atau bisa juga karena kita sudah berteman lama dan terjadilah 'kontak batin' di antara kita yah? Hem, tapi serem juga punya temen kaya Jana. Dia (kadang) bisa menebak apa yang akan kita lakukan atau katakan. Sepertinya pikiran Jana dua-tiga (atau mungkin lebih) kali lipat lebih cepat dari pikiran gw. Kadang gw kepikiran sesuatu, ide atau ingatan itu udah ada di dalam otak gw tapi kok susah banget buat dikeluarin. Nah, si Jana ini tiba-tiba bisa mengutarakan sesuatu yang mirip-mirip, nyerempet-nyerempet atau berujung-ujung ke pemikiran gw tadi. Gw ga tau deh, dia itu emang pinter banget, bisa menebak situasi, atau memang dia bisa 'masuk' ke dalam pemikiran gw yah?

Senin, 16 Februari 2009

Berlebih

Gayanya menyebalkan, anak kecil dengan sejuta kebisaan. Sedikit-sedikit tapi dia tahu banyak. Kesannya polos, memelas dan patut dikasihani. Nyatanya anak itu, punya banyak rencana dan pemikiran. Usia tidak bisa berbohong. Usianya memang lebih muda, tetapi kesukaannya tertawa dan tersenyum membuatnya tampak lebih muda lagi. Menarik.

Semuanya diceritakan. Komentarnya. Kesehariannya. Pendapatnya. Tampaknya anak ini tidak pernah lelah bercerita. Entah mengapa semakin sering dia bercerita, semakin saya iri padanya. Dunianya terlalu mewah, lingkungannya terlalu glamour, ceritanya terlalu dibuat-buat, berlebihan!

Seharusnya aku bersembunyi di balik kain belacu putih yang kusam dan berdebu. Tidak menampakan keberadaanku. Aku tahu, ini semua hanya pemikiranku. Kalau-kalau dia merasa aku terlalu berlebih. Aku yah aku :)

Minggu, 08 Februari 2009

4 S (Senyum-Senyum Sendiri Saja)


Masih sama temanya, senyum. Kemarin saya sempat 'jalan-jalan' sebentar, sehabis pulang kantor. Tujuannya yah seperti biasa, belanja (keperluan) mingguan. Saya sempat kembali ke apartmen sebentar untuk mengambil mantel-mantel musim dingin yang perlu di laundry. Lalu dari apartmen saya naik Metro sampai ke pusat perbelanjaan. Senyum-senyum itu pun bermula dari sini. Di dalam metro saya sekilas melihat seorang pria dengan sebuah bouquet bunga mawar pink di tangannya, dia senyum-senyum sendiri sambil terkadang menatap ke luar jendela. Hem, kalau ini sih mudah ditebak. Pasti dia janji ketemuan dengan kekasih atau calon kekasih atau calon isterinya. Wajar. Seturunnya saya dari Metro, saya berpapasan lagi dengan seorang perempuan, yang berjalan dengan riang-gembira dan untungnya dia tidak bersayap, dia pun senyum-senyum sendiri. Saya pun membalas senyumnya. Lah? Satu bentuk keisengan dan penasaran saya. Yah, boleh dong berharap kalau ternyata perempuan itu salah satu rekan kerja saya. Apa yang saya dapatkan sebagai balasan? Perempuan itu berhenti tersenyum dan menatap saya dengan aneh. Haha. Ternyata dia tidak kenal saya. Melanjutkan berjalan kaki dan saya berpapasan dengan tiga orang pria yang masih berpakaian kantor, berstelan jas, masing-masing dari mereka juga mengulum senyum kecil. Padahal mereka tidak sedang bercakap-cakap. Mungkin mereka kedinginan atau memang akhir minggu membuat kita senang dan berbunga-bunga yah?

Kamis, 05 Februari 2009

Karma

Akibat 'stress' dan terlalu lelah. Kecapekan. Saya menjadi lengah dan tidak sadar sekitar. Shutting down the system. Dan saya pun menyesal setengah hidup. Saya tidak memberikan tempat duduk untuk seorang ibu hamil! Kan saya tidak lihat dengan jelas, dia berpakaian tebal dan masih hamil muda. Alasan! Atau jangan-jangan hati nurani saya sudah tertutup?




Minggu, 01 Februari 2009

Brand New Day

Ah... Cukup menghela nafasnya. Capek juga dengernya.
Yeah. Kok ga ada semangatnya sih?
Hore! Sip. Bolehlah.

Mari berjuang lagi, masa liburan dan bersantai-santai telah berakhir.




Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)