Rabu, 15 Juni 2011

Women


Lama-lama berada di antara orang-orang hebat, membuat saya berkecil hati. Teman perempuan saya cantik-cantik, penuh percaya diri dan pintar. Sudah bukan jamannya lagi pemikiran bahwa perempuan berpenampilan menarik belum tentu pintar dan cerdas. Nyatanya teman-teman saya serba sempurna. Apalagi teman-teman pria saya, mereka ganteng, cerdas dan kaya (penting katanya).

Sebagian besar teman-teman perempuan saya sudah mantap, yakin dan nyaman dengan tubuh dan penampilannya. Sedangkan saya masih shock dan bingung dengan pertumbuhan dan perubahan yang terjadi. Hahaha. Mungkin beberapa teman perempuan saya akan bilang “Belagu loe Dev, umur udah bukan remaja aja, masih berasa tumbuh.”

Saya bingung bagaimana harus menyikapi bagian-bagian tubuh yang ‘berkembang’ itu. Burka mungkin bisa dijadikan pilihan, setidaknya semua bagian tubuh bisa tertutup dengan baik. Tapi bagaimana nasib wajah saya? Bukankah aneh kalau hanya bagian pundak ke bawah yang tertutup? Kebetulan beberapa teman perempuan saya ‘berani’ dalam berpenampilan, tentu saja didukung dengan bentuk tubuh yang aduhai. Saya malah risih menampilkannya. Duh, malu rasanya. Hahaha.

“Cuih! Boong banget neh anak, biasa juga pake baju kaya ga pake baju, lebih banyak bagian yang keliatan ke mana-mana.” Hem, mungkin itu pendapat beberapa teman perempuan saya setelah membaca cerita ini. “Munafik! Pake bilang risih dan malu-malu segala.” Yah, yah, yah cacian itu mungkin juga terucap, dengan tawa sinis mereka. Maaf teman-teman, kalaupun saya berpakaian ‘seadanya’ itu karena faktor kebimbangan saya, bagian mana saja yang harus saya tutupi. Setelah berjam-jam mencoba berbagai jenis baju dan celana, akhirnya saya memutuskan: Duh, daripada bingung menutupi bagian-bagian tertentu, lebih baik sekalian dibuka! Ci-luk-ba!

Catatan untuk seorang teman pria yang beranggapan perempuan dengan dada-panggul-bokong berisi sama dengan gemuk, itu salah besar! Yah, mungkin selera orang beda-beda, Mas. Tapi mbok yah jangan semua perempuan dengan sedikit lemak lantas dibilang gemuk. Mungkin beberapa perempuan risih dengan ukuran dada atau panggul/ bokongnya yang sedikit di atas rata-rata, lantas dia menutupinya dengan pakaian serba kebesaran (seperti saya, huahaha, silahkan ditertawai pernyataan ini). Kami, perempuan-perempuan tidak ‘tercetak’ sama-rata seperti model-model di katalog itu. Masalah akan menjadi lebih rumit lagi, ketika perempuan-perempuan itu menjadi ibu : )

So, pria-pria ganteng teman-teman saya, ga usah banyak nuntut deh :p


sumber gambar: google art project, wikipedia.

4 komentar:

  1. Cowonya berpandangan sempit itu.. >.<

    BalasHapus
  2. Yah, masalah selera sih Feb. Tapi dikasih yang 'bohay' juga dia ga bakal nolak :))

    BalasHapus
  3. Duh, daripada bingung menutupi bagian-bagian tertentu, lebih baik sekalian dibuka! Ci-luk-ba!

    Hahaha, doh, iya juga ya. :D

    Dada-panggul-bokong masih oke, Deph. Drpd perut-panggul-bokong, berat di bawah. Kalo tenggelem, ga selamat. wekekeke. Kyk anchor gt. :D

    BalasHapus
  4. Eh, bukannya kebalik yah Sa? Kita bisa mengambang dengan itu :D

    BalasHapus

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)