Senin, 17 Mei 2010

Rumah Besar (1)

Sudah lama saya tidak memimpikan 'Rumah Besar' itu. Rumah yang memang besar, yang di dalamnya berisikan mimpi, harapan, sinisme dan kritik dari orang-orang di dalamnya. Rumah (tua yang) besar, bayangkan keluarga mafia, terdiri dari beberapa generasi, keturunan yang bertambah. The Godfather. Namun, untuk keluarga saya berlaku 'The Godmother', perempuan mendominasi struktur dan sistem di dalam keluarga, suara wanita-wanita terdengar lantang dan mendesak. Keputusan dan pandangan mereka adalah mutlak.

Saya dan keluarga kecil saya (orang tua dan adik-adik) berada sedikit di luar jangkauan mereka, para penguasa keluarga itu. Walaupun si Mama masih terlibat dalam jaringan bisnis keluarga, namun karakter si Mama yang pemberontak, rebel, dan keras kepala membuat kita agak sulit dijangkau dan dipengaruhi. Pepatah "lebih cepat lebih baik" (mengutip semboyan Bapak Jusuf Kalla) sepertinya banyak diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan Rumah Besar. Lebih cepat selesai sekolah (entah benar-benar tamat atau ditamatkan), lebih cepat menikah, lebih cepat beranak-cucu, lebih cepat turut-serta dalam bisnis keluarga, lebih cepat menghasilkan uang, lebih cepat kaya, lebih, lebih, dan lebih. Sayangnya, saya dan adik-adik tidak bisa memenuhi semua kriteria itu. Duh. Kami lebih 'senang' berkutit dengan proses menimba ilmu. Kami bukannya menerapkan prinsip Rumah Besar, dalam hal ini lebih cepat menghasilkan uang, kami malah terjebak dalam institusi pendidikan yang banyak menghaburkan uang. Dari segi waktu dan 'rejeki' kami sudah salah besar. Untungnya si Mama tidak pernah mempermasalahkan pilihan hidup kami ini. Si Mama malah mensyukuri dengan sangat ketika saya dan adik-adik memilih untuk meneruskan kuliah, dan bahkan untuk kasus saya, si Mama mendorong saya untuk melanjutkan jenjang kuliah sampai S3!

Our Secret Hideaway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)