Minggu, 17 Januari 2010

Gerhana 2

Meralat 'terbitan entri' kemarin. Ternyata reaksi yang gw alami kemarin, ketika gerhana itu terjadi adalah wajar. Apa yang gw lakukan kemarin? Gw tidur seharian! Padahal gw tidur cukup semalamnya, bahkan berlebih. Sekitar pukul 3 sore lewat sedikit, gw merasa resah, deg-degan, dan tiba-tiba mengantuk. Beberapa kali gw menguap. Kekurangan oksigen kah? Sepertinya tidak, jendela balkon sengaja gw buka lebar-lebar. Gw berharap bisa menyaksikan gerhana matahari cincin ini secara langsung. Tapi sejak pagi, cuaca tampaknya kurang bersahabat. Kabut tebal menutupi sebagian besar kota ini. Sedih juga.

Setengah empat. Berdasarkan berita yang gw baca, gerhananya dimulai pukul 15:20 sampai 16:50 waktu setempat. Tapi kok ini ga ada tanda apa-apa yah? Saat itu gw sudah meringkuk di dalam selimut, bersiap-siap tidur. Sesekali gw mengintip ke arah jendela balkon, sambil mengira-ngira di manakah sang matahari berada? Sudah mulaikah? Gelisah, antara mengantuk dan penasaran ingin menyaksikan langsung. Gw merasa langitnya bertambah gelap. Tapi sekarang kan winter, wajarlah kalau jam 5 sore gini langitnya gelap. Iyah kan yah? Hoam. Kali ini gw tidur dengan suksesnya. Baru terbangun, sekitar jam 7 malam dengan perasaan galau. Yah, ga jadi liat mataharinya ilang. Coba tadi gw keluar dan berusaha mengejar, maksudnya mencoba mencari-cari spot lain, yang siapa tahu bisa terlihat.

Malamnya gw mencari-cari di internet, ada beberapa video amatir (diambil pake hape) tentang gerhana hari ini. Ternyata beberapa orang itu juga tidak menemukan apa-apa. Hanya kabut tebal, awan tebal, mendung dan berawan. Mereka cuma berkata "Seharusnya sudah waktunya. Namun, sepertinya tidak terjadi apa-apa di sini."

Oiyah, mengenai perilaku gw kemarin, yang tiba-tiba mengantuk, ternyata itu wajar. Wajar bagi hewan-hewan! Hua. Yups, beberapa artikel dan jurnal menyebutkan secara pasti kalau perilaku hewan-hewan seperti burung, harimau, macan, dan beberapa hewan lainnya memilih untuk diam dan tidur selama gerhana berlangsung. Kecuali hewan-hewan malam seperti beruang dan serigala, mereka berubah menjadi hiperaktif! Wow, ternyata gw adalah seorang 'morning-person', selama ini gw ngerasa kalo gw tuh 'night owl (person)', soalnya gw lebih aktif di malam hari. Eh, ternyata bukan yah.

Masih penasaran, sampai kemarin (dan hari ini) gw masih mencari-cari beritanya. Ternyata, gerhana itu muncul di kota ini! Hiks. Dikatakan kalau kota ini sangatlah beruntung, karena bisa menyaksikan di menit-menit terakhir, ketika para penonton di alun-alun kota mulai berbondong-bondong pulang dengan rasa kecewa, tiba-tiba angin besar bertiup dan menyingkirkan awan dan kabut tebal di atas sana. Terlihatlah, detik-detik penghabisan, ketika bayangan sang bulan perlahan-lahan meninggalkan keperkasaan cahaya mentari. Tara! Mereka bersorak. Gw? Hua! Kenapa gw ga ke sana? Yah, karena elo tidur Dev. Geez.

Hikmah: Kesempatan selalu ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Menunggu dan diamkah? Pada akhirnya terlewat begitu saja. Berusaha mengejar dan berlarikah? Memang menjadikan kesempatan mendapatkannya lebih besar. Namun, apa yang terjadi kalau angin nya tidak jadi bertiup? Tapi kan setidaknya elo sudah berusaha. Kecewanya jadi ga double, kecewa karena tidak bisa medapatkan, dan kecewa karena tidak berusaha. Setidaknya kalau berusaha kita mungkin bisa mendapatkannya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)