Sabtu, 23 Januari 2010

Gombal!

Apa kita berhak menyalahkan perasaan seseorang untuk mencintai? Apa salah kalau tiba-tiba seseorang itu berhenti mencintai di tengah-tengah perjalanannya? Apa perasaan itu bisa terus-menerus kita paksakan?

Awalnya aku mencintai dia, dengan seluruh emosi dan perasaan yang ada. Seribu kata-kata cinta terucapkan. Segenap rasa kasih tercurahkan.

Sentuhan lembutnya, ciuman manisnya. Semua masih terasa indah. Aku tidak lupa semua itu, aku masih mengingatnya.

Aku mencintai dia, dia yang bukan dia. Rasa itu hilang perlahan. Rasa itu memudar. Sakit rasanya. Jahat dan tidak berperasaan. Apa aku lupa janji-janji manis di awal pertemuan kita?

Aku bilang: lupakan! Aku, aku mencintai dia yang lain. Dia yang merupakan sahabat baikku, yang kataku tidak akan pernah aku jatuh cinta padanya.

Maaf, maaf, maaf. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melanjutkan semua ini.

Satu hal, cintaku dan sayangku padamu adalah sebenarnya, tidak pernah aku bermaksud menyakiti atau membohongimu. Aku sayang kamu.


BIG LIAR!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)