Rabu, 15 Desember 2010

Gundah Gulana*



Penantian kali ini benar-benar menyeramkan. Oh, bukan karena berapa jumlah usia saya sekarang, justru itu adalah hal terakhir yang saya sadari.

"Mbak, kuenya mau diantar kapan?"
"Eh, bentar yah Mbak. Saya cek kalender dulu." Sayapun tergesa-gesa mengeluarkan handphone dan mengecek, berapa hari lagi saya akan berulang tahun. Ah!
"Kuenya ini untuk Mbak sendiri atau untuk orang lain?" Si mbak pramuniaga bertanya lebih lanjut.
"Untuk saya sendiri kok."
"Oh.."
"Lilinnya mau yang satu-satu atau yang berbentuk angka? Kalo boleh tahu usianya berapa yah Mbak?"
"Eh, bentar yah Mbak." Lagi-lagi saya mengeluarkan handphone dari saku jaket saya, menghitung berapa usia saya tahun ini. Hahaha.
"Ini kuenya untuk Mbak sendirikan?" Tanda-tanda si mbak pramuniaga tertular 'amnesia' dadakan saya.

Ngeri, itu yang saya rasakan sekarang. Boleh dibilang 'takut' untuk menghadapinya. Bukan untuk hari H nya tapi untuk hari-hari berikutnya, sudah siapkah saya? Tahun kemarin (dan tahun-tahun sebelumnya) mayoritas saya melaluinya tanpa perasaan apa-apa, biasa saja. Yah, berulang lagi hari kelahiran saya. Namun, bukan hanya saya yang bertambah usianya, juga orang-orang yang saya cintai.

"Wei..**" Jawab saya dengan suara serak dan lemah.
"Dephina! Kamu kenapa?! Sakit?! Abis nangis?!" Si Mama bertanya dengan panik.
"Lagi bobo Mam." Jawab saya singkat.
"Oh, Mama pikir kamu sakit."
Sayapun bercerita tentang keseharian saya, diselingi cerita-cerita Mama dan orang-orang di rumah. Tiba-tiba sampai pada topik: ulang tahun saya.
"Deli! Dephina bentar ulang tahun loh. Hahaha. Mama lupa." Yup, si Mama berteriak ke arah Deli, adik saya, yang sepertinya berada di dekatnya.
"Dephina tua loh. Hahaha"

Mengapa waktu tidak pernah berhenti berputar dan mengulang? Detik, menit, jam bahkan tahun terus berulang. Sampai kapan saya dan orang-orang yang saya cintai bisa mengulangi waktu ini? Waktu yang kita habiskan bersama-sama di dunia ini. Satu dasawarsa sepertinya sangatlah singkat. Yah, berapa lama waktu yang saya habiskan 'di luar' jauh dari mereka? Nyaris delapan tahun. Berapa dasawarsa lagi waktu yang saya miliki?



*Curhat colongan Devina hari ini :D

**Halo dalam bahasa Mandarin (喂)


Tampaknya saya akan selalu menjadi 'devina kecil' di dalam benak Mama :) Love you full Mom, you're the best! :D

2 komentar:

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)