Jumat, 11 Desember 2009

Kurcaci

Mama menyebutnya sebagai 'nenek kecil keriput' yang suka menyuruh. Saya lebih suka menyebutnya 'setan kecil' yang selalu menghasut saya untuk membenci apapun. Apapun sebutannya efeknya tidak baik untuk saya dan orang-orang di sekitar.

===

Saya resmi menjadi kurir door-to-door. Tapi saya tidak menjamin paket Anda sampai dalam waktu kurang dari setengah jam. Saya bukan tukang antar pizza. Sayapun tidak menjamin waktu yang leluasa untuk Anda. Itu juga tidak dijamin oleh tukang antar barang profesional, bahkan kantor pos pemerintah. Setahu saya, kalau saya mendapatkan kiriman barang, tukang pos atau jasa pengirimnya akan menelpon saya dan memberitahukan kalau ada paket. Jika ingin diantar sampai ke tempat saya, maka mereka akan memberi-tahu kapan tepatnya. Sayapun mau tidak mau pulang lebih cepat dan menunggu. Berbeda kalau saya ingin mengambilnya langsung di pusat pengiriman, seperti kantor pos pusat misalnya, waktu tidak menjadi masalah, asalkan masih hari dan jam kerja/ waktu operasional mereka.

Saya hanya kurir, perantara, tidak perlu tahu apa masalahnya, beritahu saya maka saya akan dengan senatiasa mengantarkannya untuk Anda. Oh, dan waktu pengiriman bisa disesuaikan dengan jadwal Anda. Bebas biaya (apapun) loh.

Ah, maafkan hati saya yang kerdil ini, kurang peduli terhadap sekitar, terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Mana tahu kalau ada saudara yang sakit dan yang membutuhkan bantuan. Saya hanya tukang antar, yang kerjaannya murni mengantarkan barang tanpa tahu problematika di dalamnya. Haha. Butuh imbalan yah? Maaf, maaf, maaf. Saya memang selalu meminta, tidak pernah memberi. Ingat? Saya selalu menjadi 'peserta' pertama yang datang ketika seorang teman membagi-bagi barang, dan jangan salah, saya selalu meminta yang lebih, lebih besar, lebih mahal dan lebih banyak. Maaf, maaf, maaf. Sayapun tidak akan membaginya dengan yang lain. Saya kenal 'Tuan Gubernur' yang terhormat dengan segala kekuasaannya, dan saya akan tetap diam seribu bahasa. Dia adalah 'kunci' saya.

===

Menjelang hari kelahiran, berkurangnya jatah usia saya, juga mendekati Natal dan pergantian tahun, hati saya kalut. Maaf, kalau saya menjadi sinis dan pesimis-> permohonan maaf untuk diri-sendiri :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

cerminan (23) daily (10) filosofi (1) fotografi (3) fragrance (3) jalan (5) khayal (10) musik (2) pandangan (4) photography (2) real (15) renungan (7) rumah sakit (6) santai (3) tuan puteri (2) waktu (6) weekend (6)